Featured 1

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 2

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 3

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 4

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Featured 5

Curabitur et lectus vitae purus tincidunt laoreet sit amet ac ipsum. Proin tincidunt mattis nisi a scelerisque. Aliquam placerat dapibus eros non ullamcorper. Integer interdum ullamcorper venenatis. Pellentesque habitant morbi tristique senectus et netus et malesuada fames ac turpis egestas.

Tampilkan postingan dengan label Belajar Menulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Menulis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 September 2014

Curhat Donk.. !!

Selamat Pagi Sahabat.. !
Entah sudah berapa lama blog ini saya biarkan vakum, tanpa postingan sedikit pun. Bukannya malas namun memang ada hal yang menghalangi saya untuk melakukan aktifitas blogging ini. Namun ketika kesempatan itu ada malah bingung mau posting apa.
Agar blog ini tidak terlalu lama berdiam dalam kevakumannya, saya ingin berbagi sedikit cerita tentang diri saya, lebih tepatnya curhat. Ini adalah hal pribadi namun saya selalu mencritakannya kepada teman teman, namun baru kali ini saya bercerita melalui sebuah tulisan dimedia online yang artinya peluang untuk dibaca dan diketahui oleh banyak orang lebih besar. Hal ini saya lakukan tak lain karena saya ingin berubah, saya ingin mendapat tanggapan serta cara bagaiman mengatasinya.
Sahabat...!!
Mungkin sahabat semua sudah sering mendengar kata "Demam Panggung.."
Sahabat tahu kan maksudnya apa ??
Mungkin maksudnya keadaan dimana seseorang tidak mampu untuk berdiri atau berbicara didepan umum. Itulah penyakit yang sedari kecil saya alami. tidak mampu tampil didepan, tidak dapat berbicara didepan umum entah apa sebabnya.
Sehingga ketika ada kegiatan diskusi, saya hanya jadi pendengar setia tanpa mengeluarkan pendapat. Namun anehnya tatkala bercanda dengan teman saya lancar berbicara dengan tidak ada rasa gugup sedikit pun. Bahkan ketika mengikuti kegiatan olahraga misalnya sebuah pertandingan, saya malah akan lebih semangat jika banyak penontonnya.
Telah lama saya mencari referensi dimedia online, bertanya kepada teman namun sampai saat ini saya belum bisa menemukan cara untuk mengatasi penyakit saya ini.
Terkadang saya iri sama teman teman yang lain, yang begitu lancar, yang begitu PeDe, yang begitu hebat dalam berdebat, dalam berbicara, menjadi pemateri.
Mungkin diantara sahabat ada resep untuk mengatasi penyakit saya ini.


Jumat, 16 Mei 2014

Desa Ku



Dua pulih sembilan tahun yang lalu, di sebuah desa keci terpencil yang jauh dari dari keramaian dan kebisingan kota, terlahir seorang bayi yang mungil lucu dan menggemaskan. Suara tangisan sang bayi memecah ketegangan di rumah itu. Dengan peralatan seadanya dan bahkan tidak ada dan hanya dibantu oleh seorang dukun beranak dan para tetangga, sang ibu melahirkan bayinya dengan selamat. Alhamdulillah... dan itulah Aku.

Tinggal disebuah desa yang terpencil nan asri sungguh merupakan berkah buatku. Meski jauh dari keramain dan hiruk pikuk perkotaan namun mampu bemberikan beribu makna bagiku. Sehingga sering aku mengatakan bahwa desaku adalah surgaku. Makna gotong royong dan arti sebuah kekeluargaan begitu kental terasa. Dimana mana dapat ditemui arti dari pentingnya gotong royong. Hampir semua pekerjaan dilakukan secara gotong royong, membangun rumah, berkebun, malaksanakan suatu hajatan (acara) entah itu pernikahan, khataman quran, aqiqah dan sebagainya.
Kicau burung dipagi hari seakan menyambut dan memberi salam kepada penduduk yang akan memulai aktifitas kesehariaannya, baik petani maupun nelayan. Tatkala malam tiba, bunyi jangkrik seakan sebagai pertanda bahwa kesibukan hari ini segera diakhiri dan harus berisitirahat untuk melanjutkan kegiatan esok harinya, dan seketika itu pula gelap gulita akan menyelimuti desa, yang nampak hanya rumah rumah penduduk yang diterangi dengan pelita. Dari rumah rumah penduduk samar samar terdengar lantunan ayat ayat suci alquran yang lebih menambah religius suasana desa.
Lekukan gunung yang mengelilingi desa dan bentangan laut yang begitu luas bak lukisan seniman yang dibuat seindah mungkin untuk kemudian dipajang dan dipertontonkan kepada khalayak, namun untuk memilikinya harus mengeluarkan kocek yang begitu besar. Maha besar Allah.. yang telah memberikan keindahan ini secara gratis tanpa harus mengeluarkan biaya sedikit pun.
Desaku sungguh indah, Tak ada kebisingan kendaraan yang lalu lalang sehingga membuat udara desa yang begitu sejuk. Sungguh suatu desa yang sangat indah, nyaman nan asri. Panorama alamnya begitu sedap dipandang mata membuat yang memandanganya terdecak kagum. Sungguh indah ciptaan-Mu ya Allah..

Namun,.. itu semua seakan lenyap dari desaku. Kemajuan dan perkembangan seakan menggeser budaya yang selama ini telah hidup dimasyarakat. Budaya gotong royong kini seakan hilang. Keindahan desa yang dulu mengundang rasa kagum kini seakan lenyap bak ditelan bumi. Dahulu budaya gotong royong digalakkan namun kini semua berganti dengan uang, semua serba uang. Keindahan desa yang ditopang dengan pegunungan yang indah dan bentangan laut yang begitu luas kini diganti dengan gedung gedung perkantoran. Gunung dikikis laut ditimbun. Mata pencaharian masyarakat yang notabene adalah petani kini harus berfikir untuk menghidupi keluarganya karena lahan kebun yang selama ini mereka miliki harus dikorbankan demi pembangunan gedung gedung pemerintah, ditambah lagi bahaya air pasang yang disebabkan seringnya air laut ditimbun untuk dijadikan sebagi tempat pembangunan kantor dan anjungan. Masyarakat yang dulu hidup bergotong royong saling membantu, kini seakan hidup sendiri sendiri. Seakan tidak mau peduli dengan tetangga disekitarnya. Udara pagi yang begitu segar tanpa polusi kini harus berganti dengan asap kendaraan yang lalulang dari pagi hingga pagi lagi. Sungguh tak kusangka perbuhan yang terjadi begitu cepat.
Namun demikian perubahan ini pun membawa dampak positif dimana desa yang dulunya sunyi kini berangsur angsur menjadi ramai dan bahkan menjadi pusat pemerintahan, sehingga dengan sendirinya mendorong peningkatan taraf hidup masyaraskat yang ada di desa. Jika dahulu anak anak didesaku yang bersekolah hingga jenjang menengah pertama bisa dihitung jari apalagi sampai sarjana (sepertinya tidak ada) namun kini mereka seolah masyarakat sadar akan pentinya pendidkan bagi anak anak mereka , hal ini munegkin disebabkan dari kenyataan yang mereka saksikan langsung bahwa kemajuan kota semakin lama akan semakin mengikis bagi mereka yang tidak berpendidikan. Namun jangan salah, pendidikan yang tanpa dibarengi dengan iman dan akhlak yang baik justru akan membuat malapetaka.

Kemajuan lain yang dapat dirsakan oleh masyarakat adalah dibukanya jalan  yang menghubungkan kota (pasar) dengan desa. Jika dahulu penduduk harus pergi kepasar menempuh jarak yang begitu jauh dengan berjalan kaki atau dengan perahu dayung, kini sudah bisa menikmati angkutan kota atau ojek yang setiap saat bisa digunakan. Hal  lain yang paling menonjol dari perubahan ini adalah masuknya listrik, sehingga kini penduduk dapat merasakan dan menikmati desa yang terang benderang. Jika dahulu keadaan desa gelap gulita kini keadaanya terbalik. Untuk pergi keluar malam pun kini sudah tidak ada penghalang lagi. Jika dahulu penduduk keluar malam akan berfikir karena keadaan desa yang gelap gulita ditambah lagi jalan yang hanya merupakan jalan setapak, namun kini sungguh keadaanya berbalik.

Senin, 24 Maret 2014

Selamatkan Uang Negara Dengan Menjadi Bendahara Yang Berani dan Tegas


Acapkali kita mendengar keluhan keluhan dari seorang bendahara, dimana mereka sering membuat pertanggungjawaban fiktif, dengan alasan untuk menutupi belanja belanja yang tidak terdapat dalam DIPA. Namun aturan yang ada sudah jelas bahwa belanja yang dapat dibayarkan oleh seoranag bendahara adalah sesuai dengan yang  ada pada DIPA dan tentunya anggarannya masih ada. Namun untuk alasan bahwa jenis belanja tidak terdpat dalam DIPA itu bisa disiasati dengan melakukan revisi entah itu revisi POK maupun revisi DIPA.

                Namun apa jadinya jika seandainya pembayaran yang dilakukan oleh bendahara memang betul betul tidak dapat diakomodir dalam DIPA walaupun  harus melakukan revisi, mengapa bisa ? karena terkadang ada biaya biaya yang dibebankan kepada bendahara yang memang harus dibiayai oleh pribadi yang bersangkutan. Disinlah peran seorang bendahara, disinilah keberanian seorang bendahara diperlukan, disinilah ketegasan seorang bendahara diperlukan untuk dengan tegas dengan keberaniannya dan dengan kapasitasnya sebagai seorang bendahara harus menolak perintah pembayaran tersebut.

                Dalam menjalankan tugasnya, seorang bendahara harus terlebih dahulu melakukan pengujian sebelum melakukan pembayaran. Tujuannnya adalah untuk menentukan bahwa perintah pembayaran tersebut layak atau tidak untuk dibayarkan. Jika seandainya perintah pembayaran tersebut tidak layak untuk dilakukan pembayaran maka bendahara harus dengan tegas untuk menolaknya.

                Ketegasan ini sering kali tidak kita temukan dikalangan bendahara karena takut akan dianggap sebagai pegawai yang tidak loyal terhdapa pimpinan atau dengan alasan lain. Ditambah lagi dengan intimadasi dan tekanan yang mungkin diberikan oleh atasannya. Hal ini tidak bisa dipungkiri, masih banyak bendahara bendahara yang kerjanya bagaikan kerbau yang di cocok hidungnya sehingga tidak bisa melakukana perlawanan dan menurut saja apa kata pimpinan. Namun dasarnya jelas bahwa dalam PMK 190 /PMK.05/2012 dijelaskan bahwa seorang bendahara berhak menolak perintah pembayaran yang tidak memenuhi persyaratan untuk dibayarkan.

                Mari selamatkan uang negara dengan menjadi bendahara yang tegas dan berani, tentunya dengan dilandasi dasar aturan aturan yang ada. Bukan berani dengan sok tahu tapi ternyata tidak punya dasar yang menjadi pegangan. Memang bukan perkara mudah, karena konsekwensinya adalah pencopotan dari jabatan sebagai bendahara. Tentu itu akan terasa lebih baik daripa harus bekerja dibawah bayang orang lain, daripada harus bekerja tidak sesuai dengan hati nurani.

Jumat, 28 Februari 2014

“IBU”



“Ibu”, setap anak pasti punya ibu. Tidak mungkin kan seorang anak lahir tanpa ibu.  hehehehe (kecuali nabi tentunya). Walupun tidak semua anak yang dapat merasakan kasih sayang dari ibunya dalam waktu yang lama (sampai dewasa bahkan sampai tua), namun beruntunglah bagi mereka yang masih mempunyai ibu. Ibu yang sangat mencintai dan menyayanginya.

Pernahkah kita sebagai anak berfikir dan merenung betapa besar pengorbanan ibu kepada kita ? mulai dari mengandung selama sembilan bulan, kemudian melahirkan dengan mempertaruhkan nyawanya. Bayangkan betapa sakitnya seorang ibu ketika melahirkan, namun tatkala mendangar suara tangis anaknya yang baru lahir, semua rasa sakit yang dirasakannya seakan lenyap berganti dengan rasa bahagia yang tiada terkira. Sungguh luar biasa pengorbanan seorang ibu. Belum lagi merawat kita sebagai anaknya, menyusui, memandikan, membersihkan kotoran kita ketika kita buang air, tanpa rasa jijik walaupun beliau sementara makan. Mungkin ada yang berkata ‘itukan sudah tanggungjawabnya”, betul, betul sekali, seorang ibu bertanggungjawab atas kelangsungan hidup anaknya sehingga dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang akan selalu merawatnya, dan seorang ibu tidak akan pernah meminta imbalan dan balas jasa ketika anaknya telah tumbuh dewasa dan menjadi orang sukses. Pernahkah seorang ibu yang datang kepada anaknya dan berkata “saat ini kamu telah sukses, maka sekarang saya datang untuk meminta sebagian hartamu sebagai bayaran atas jasa jasa dan pengorbananku merawat mu sejak kecil”, “Seandainya aku tidak merawatmu semasa engkau kecil, tidak mungkin engkau menjadi orang seperti ini”, Tentu tidak. Malah dia akan merasa segan datang, dan menghormatimu sebagai seorang yang telah sukses walaupun dia tau bahwa kau adalah anakanya yang lahir dari rahimnya. Tatkala seorang ibu membutuhkan bantuan, dia akan datang kepadamu dan berkata “nak, aku lagi butuh uang, tolong pinjami ibu, nanti setelah ibu punya uang akan ibu ganti”. Dan yakinlah setelah dia mempunyai uang pasti dia ganti. Seorang ibu akan lebih nyaman tinggal digubuk reotnya ketimbang tinggal dirumah mwah sang anak, Kenapa? Karena diia takut merepotkan anaknya, dia takut menjadi beban bagi anaknya, dia takut anaknya merasa malu punya ibu seperti dia, dia takut anaknya dicemooh orang karena punya ibu seperti dia. Semasa anaknya kecil, dia akan melakukan apa saja (asal halal) demi menghidupi anak anaknya, Semua demi anaknya.
Sebagai anak pernahkah kita berfikir untuk membahagiakannya ? Sangat sedikit diantara kita yang berfikir untuk membahagiakan ibunya. Malah sebaliknya, ibunya yang selama ini merawatnya dengan penuh cinta dan kasih sayang hingga dia tumbuh dewasa dan menjadi orang sukses justru menjadikan ibunya sebagai pembantu. Betul, ibunya tinggal bersamanya dirumah mewah dengan segala fasilitas yang lengkap, namun kehadiran ibunya dirumah itu tidak ubahnya bak seorang pembantu, yang mengurus segala keperkuan rumah tangganya, mencuci, memasak dan semua pekerjaan rumah tangga dibebankan kepada ibunya. Segala fasilitas mewah yang ada dirumahnya tidak pernah dirasakan oleh ibunya dan bukan tidak mungkin sang ibu ditempatkan di kamar belakang bersama pembantunya yang lain.

Seorang ibu tidak akan pernah meminta belas kasih dari anaknya, namun sebagi anak kita harus tau diri. Mari kita renungkan betapa besar rasa cinta dan kasih sayang sang ibu kepada kita, jadi seyogyanyalah kita untuk memberikan seteguk kebahagian kepada ibu. Kebahagiaan  tidak hanya diukur dari segi harta yang kita berikan, namun dengan berbuat baik kepad ibu itu sudah cukup untuk memberikan sedikit senyum bahagia. Berbuat baiklah kepada ibumu, hormatilah dia, cintai dan sayangilah dia, janganlah menjadi anak yang durhaka.

Selasa, 25 Februari 2014

Antara Kemajuan Teknologi Dan Tindak Kejahatan



Sudah tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sebagian besar aktifitas dalam kehidupan umat manusia selalu berhubungan dengan teknologi. Kemajuan teknologi saat ini sungguh sangat memanjakan penggunanya. Saya  masih ingat, dizaman saya masih SD dahulu, untuk mengirim surat orang harus menggunakana jasa kurir (pos) yang memakan waktu berhari hari, namun sekarang dengan kemajuan teknologi surat yang ditulis sekarang dapat langsung dibaca oleh orang yang akan ditujukan dengan fasilitas E-Mail, SMS, dll. 

Jika zaman dahulu hanya orang orang yang hidup dikota saja yang dapat merasakan kemajuan teknologi, namun sekarang hampir semua kalangan masyarakat dari kota sampai pelosok desa telah dapat merasakannya.

Sungguh luar biasa . . . !

Namun, pernahkah kita berfikir bagaiman dampak dari semua itu ? Kita jangan hanya berfikir akan dampak positif yang disebabkan oleh kemajuan teknologi ini, tapi mari kita lihat juga dampak negatif apa yang disebabkan oleh kemajuan teknologi ini. Bukan untuk menakut nakuti tapi untuk mengetahui dan kemudian bisa menyaring dan menggunakan secara sehat dan positif yang kemudian dapat menghindari hal hal yang berbau kejahatan yang dapat menimpa kita.

Tentu kita sangat bersyukur dengan segala kemudahan yang ada, namun yang sangat disayangkan, banyak tangan tangan jahil dan tidak bertanggungjawab yang dengan senang hati dan bangga memanfaatkan kepintaran dan keahliannya dalam bidang IT untuk melakukan hal hal yang sangat merugikan orang lain dan bertentangan dengan hukum.

Telah banyak terjadi penipuan penipuan baik melalui SMS, Telpon maupun melalui Website baik itu berupa undian berhadiah maupun penipuan penipuan dengan modus lain. Kesemuanya itu merupakan ulah dari orang orang yang menyalahgunakan kemajuan IT. Ini perlu dicermati, karena telah banyak korban yang harus merasakan penipuan ini.
Mari kita manfaatkan kemajuan IT ini secara selektif demi kemajuan kita bersama, jangan disalah gunakan karena akibatnya sungguh sangat berbayaha.

Mari Berkarya



Semalam, aku nonton kontes dangdut academy yang disiarkan secara langsung oleh salah satu stasiun televisi swasta. Aku sungguh terharu setelah menyaksikan penampilan dari salah satu kontestan. Dengan segala keterbatasanya dia mampu memberikan penampilan terbaiknya sehingga dapat memukau para dewan juri.

Hal ini tentu memberikan pelajaran kepada kita, bahwa segala keterbatasan yang dimiliki jangan dijadikan kendala atau hambatan  untuk terus berkarya. Yakinlah bahwa dibalik keterbatasan dan kekurangan yang dimiliki terdapat kelebihan yang dapat dikembangkan.
Sungguh luar biasa, dari setiap tantangan yang diberikan oleh dewan juri, semua dapat dilakukannya dengan sangat baik. 

Mari Kita Renungkan Bersama ... !

Lihatlah diluar sana, masih banyak saudara saudara kita yang secara fisik dia sehat dan baik baik saja, namun sangat disayangkan mereka malah memanfaatkan kebugaran dan kesehatan fisiknya  dengan merendahkan diri dihadapan orang atau bahkan melakukan hal hal yang bertentangan dengan aturan/hukum. 

Harsukah kita kalah sama mereka yang memiliki keterbatasan fisik namun terus berkarya ? Aku rasa bukan masalah kalah menangnya, namun lebih kepada mau tidaknya kita untuk maju dan berkarya seperti yang lain. Jika dalam diri telah ditanamkan rasa optimis untuk melakukan hal yang terbaik, aku yakin pasti bisa. Ibarat kata pepatah “Dimana Ada Kemauan, Disitu Ada Jalan”. Tinggal kita sendiri yang harus mau berusaha demi menyalurkan bakat dan kemampuan yang selama ini terpendam dalam diri kita.